Alisa, Romantisme Hidup dan Mati
Judul Buku :
SEOULOVER
Penulis : Suci Marini
Cetakan : I, Januari 2012
Tebal : 192 hlm; 20 cm
Penerbit : PT Gramedia Pustaka
Utama
Peresensi : Arsinta Sulistyorini*
Alisa Song atau Soo Min
Ae adalah nama yang cocok untuk mengambarkan
dua sisi kepribadian
yang berbeda. Terlihat dari namanya sudah bisa tertebak dari kedua namanya yang
berbeda yaitu antara Indonesia dan Korea. Tidak salah jika wajah Alisa Song
terkesan indo dengan rambutnya yang
bergelombang dan hidung mancung warisan
dari ayahnya.
Sosok remaja yang
dimunculkan oleh penulis novel romantis. Peran yang menggambarkan bangkitnya
rasa percaya diri seorang remaja yang kehilangan cahaya hidupnya karena
kematian ibunya. Usaha-usaha yang ia perankan
untuk menghapus segala kenangan pahit dan trauma sebagai cambuk untuk
melanjutkan hidup yang masih sangat panjang.
Ambisi ayahnya agar Alisa mengikuti jejaknya di dunia hiburan sangat besar. Ia
akan diorbitkan menjadi seorang penyanyi dengan suara merdu yang ia miliki.
Negara Korea adalah tempat yang cocok untuk mewujudkan ambisi itu. Ayahnya yang
terkenal dengan Master Song pernah dilahirkan di negeri Gingseng tersebut.
Lugas dan renyah judul
novel Seoulover, mengisahkan pergolakan kehidupan seorang remaja dan
huru-hara percintaan yang terjalin di
dalamnya. Cerita yang
inspiratif tentang pergulatan
ketidakstabilan remaja dalam menghadapi tuntutan di dunia yang baru baginya, dunia hiburan yang penuh dengan trik dan intrik. Sehingga cerita ini cukup menggugah adrenalin
para pembaca untuk terbangun dan menyelami kembali kisah dan usaha dalam novel Seoulover.
Novel rintisan yang
ditulis oleh Suci Marini, penggalan nama dari Suci Marini Novianty yang
menghadirkan nuansa baru dalam dunia pernovelan dan masih menuntut ilmu di
Yogyakarta. Kepedulian dan ketertarikan tentang dunia hiburan membuat penulis
mampu melukiskan setiap titik kecil dari glamornya
dunia hiburan tersebut.
Sehingga pantas ia dapat menghadirkan novel romantis ini yang terdapat banyak ibrah di dalamnya dan
tidak kalah dengan novel Padang Bulan.
Sehingga novel ini harus serta merta dibaca oleh semua kalangan khususnya
remaja dan penikmat seni hiburan tanah air sebagai bagian
penting dalam memperluas wawasan untuk refleksi kehidupan
nyata.
Kemasan sastra tulisan
yang dikemas Suci dalam 18 bagian. Seraya mengingatkan pada pepatah Arab “Wala huznun yaduumu wala
sururun, wala’ usrun ‘alaika wala
rakhaqum”, yang artinya “Dan
tidak ada kesedihan ataupun kebahagiaan yang kekal, tidak ada kesulitan ataupun
kemudahan bagimu yang kekal”.
Bermula dari cerita karut-marut kehidupan dan perjuangan
tokoh utama dalam memahat ukiran di dunia hiburan Korea, tercentakan pada
bagian pertama hingga bagian keenam.
Pada bagian tersebut
menjadi bagian integral ketika membincangkan soal karier dan
percintaan. Lamunkan dalam cerita novel telah dikisahkan tentang perjalanan
penyanyi remaja mengalami pasang surut
yang sangat hebat. Awalnya dipuja-puja akan tetapi pada suatu ketika semuanya
berubah menjadi dingin dan berbeda. Fitnah kejam yang dilontarkan ke tokoh utama melalui website
dan forum-forum lain, sangat membuat tokoh utama syok dan tertohok.
Wajah lesu, loyo tak bersemangat ketika harus bolak-balik dihadapkan dengan
situasi yang tidak menyenangkan. Ditambah lagi dengan kondisi tubuh yang tak
mampu lagi untuk berkompromi. Namun, sosok Soon Min Ho yang meyejukkan hati
memberi bumbu lain dalam kehidupan Alisa. Perasaan cinta yang mendalam Alisa, tak mampu dibalas oleh Soon Min Ho karena kontraknya
dengan JK Entertainment melarang para artisnya untuk pacaran. Alasan-alasan
yang krusial di atas semakin membulatkan tekad Alisa untuk
kembali ke Jakarta tempat ibunya berasal.
Kembalinya sang Penyanyi Alisa Song
Hal yang sangat menarik,
cerita yang sedikit beda pada novel ini. Ketika Alisa Song kembali dari
absennya dari dunia hiburan dengan
menggenggam harapan akan menemukan cintanya
yang dia tinggal di Korea selama ini. Namun harapan ini berbeda dengan
kenyataan yang ada. Tentu kesenjangan antara harapan dan kenyataan tersebut
tidak bisa diterima begitu saja.
Cinta yang pernah ia
tinggalkan dan kini dia akan menjemputnya ternyata sudah berbeda.
Janji yang seharusnya dipenuhi Soon Min Ho untuk menunggunya ternyata tak dapat
terealisasikan. Dan sosok wanita cantik dengan tubuh seksi bernama Ha Na itu
melengkapi kekecewaan Soon Min Ae.
Sebagai puncaknya, tokoh
utama Soon Min Ae kecelakaan di hari ulang tahunnya. Momen yang
sangat tidak mengenakkan baginya, tidak ada ucapan selamat ulang tahun dari
orang terdekatnya.
Kejadian seharian itu
hanya manipulasi dan mereka sudah mempersiapkan itu jauh hari sebelumnya. Tapi
tetap saja nafas Soon Min Ae sesak karena Soo Min Ho selalu menggandeng
pacarnya yang super centil. Hingga suatu ketika ia mendengar Soon Min Ho masuk
rumah sakit, dengan kondisi yang sangat parah.
Kanker usus stadium
akhir inilah yang menjadi sebab Soon Min Ho bersandiwara memiliki pacar agar
Soon Min Ae tidak khawatir. Dan akhirnya cinta mereka benar-benar bersatu dalam
sehari. Dan dalam sehari juga mereka terpisah untuk selama-lamanya. Kini Alloh telah
mengambil Soon Min Ho untuk selama-lamanya.
Sederet cerita yang
dipaparkan memberikan refleksi terhadap para pembaca yang mau berusaha dalam
hal pengembangan kepribadian dalam proses pematangan kejiwaan. Perjuangan
kehidupan yang diceritakan dalam kisah sekembalinya sang penyanyi Alisa Song
menjadi bukti bahwa buah kesabaran itu manis rasanya dan pikiran positif itu
bisa merubah segala yang tidak mungkin menjadi mungkin dan berlaku sebaliknya.
Petikan langsung dalam
novel tersebut yang dilontarkan Soon Min Ho kekasih Soon Min Ae berkata: “Kamu
harus jatuh cinta lagi nanti, tapi kamu tetap tidak boleh melupkan aku. Dan
tetaplah melanjutkan kariermu”.
Terlepas dari itu semua,
novel romantis yang berakhir sad ending ini mampu memberikan
gambaran yang nyata mengenai kehidupan dengan bumbu percintaan di dalamnya. Oleh karena itu novel ini sangat
layak untuk dibaca. Terlebih sebagai motivasi para
remaja yang gandrung akan jati dirinya.
*) Arsinta Sulistyorini
Mahasiswi
UIN Maliki Malang
dan
sedang belajar di Kedai Sinau LKP2M
Tidak ada komentar:
Posting Komentar